Selasa, 10 April 2012

Serenada Senja

merenda kain candik ala
di hamparan jingga persada
berkalung bintang kejora
meruangkan cahaya urai daya
udarapun menabur kosakata
lantunkan kidung senja
saat dimana ruang rangkai suara
demi cipta terangkai sendukan irama
menjadi kata dibait senja
di atas lembaran jingga
meleburkan nada nada
dihari percintaan dua angsa

Soneta untuk Mahadewi

Telah melepas seribu bintang kesunyian
Pada semi musim ranting diakhir senja
Menulis rasa pada sebuah padang perhelatan
Bersenandung dalam bait-bait romansa

Dan segala awal terjadi atas nama gelora
Yang akan mengurai rasa bersatu dalam ikatan
Menterjemahkan kepemilikan cinta dalam sabda
Sebuah sabda ranjang angsa atas percintaan

Dimana sebuah janji di savana yang diucapkan
Memandang langit purnama yang telah meretak
Atas firmanku tertulis meminang ruh-mu

Maka datanglah kereta menjemput pengantin bulan
Membawa sebuah janji ucapan rasa yang terpijak
Sebagai mahadewi kembarai ruang dan waktu

Mahadewi

Entah apa yang ditulis denting dawai di negeri semusim ini
Terus terpetik dawainya pembuat irama memainkan situasi
Nada menuruni lembah lembah mengambil embun dan mimpi
Tak pernah berhenti sampai ekstase merangkai lengking tinggi

Serumpun nada melukiskan indahnya panorama di negeri entah
Menghanyut tangga nada menaiki rasa di kubah langit megah
Menciptakan serumpun nada nada pada kerinduan hati
Hingga seciptakan pujaan mistikus musik rayuan sang Mahadewi