Mayat
Semerah kepalan tangan
Angkat mayat kota kota tua
Itu mayat dalam tubuh gemuruh
Dibungkam suara hati oleh penguasa
Pada darah tangan penguasa
Bantai rakyat puji dosa terpaksa
Mayatmu dan hujanku memasang tanda
Dialog di akhir zaman ideologi
Mayat
Masih merah juga mayat itu
Memaku waktu ujung malam melagu
Mendendang balada keterasingan
Menghuni gua dalam pembantaian
Memecah tanah gali ruh memendam sunyi
Masih menganga mulut busuk mayat itu berontak
Suarakan berdarah mayat kota tua minum susu tuhan
Mati dan tuhan dalam bendera darah dan merah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar